Untuk bisa membaca komik ini, Anda perlu menginstal program WinDjView terlebih dahulu. Untuk mendapatkan program ini, silahkan download di sini.
Pada episode ini, diceritakan bahwa :
Raden Sugriwa
menangis di depan goa Kiskenda karena mengira kakaknya Subali telah tewas dalam
pertempuran melawan Lembusura dan Maesasura. Atas saran abdinya, akhirnya
Sugriwa mengantarkan Dewi Tara ke Suralaya, dan akhirnya dinikahkan pula
dengannya.
Ternyata Subali
tidaklah gugur, tetapi darah bercampur orak yang mengalir dari dalam gua adalah
milik Lembusura dan Maesasura. Ketika Subali mengetahui bahwa Sugriwa telah
menutup pintu goa, marahlah ia, dan lupa pada pesannya sendiri, yaitu jika ada
darah bercampur otak mengalir dari dalam gua, maka itu pertanda bahwa dia telah
gugur, dan Sugriwa harus menutup pintu gua.
Subali yang marah
segera pergi ke Suralaya untuk menuntut haknya atas Dewi Tara. Diperjalanan,
Batara Narada mencegahnya dan mengingatkannya pada janjinya sendiri. Sejenak Subali
terdiam dan mengalah, namun tak berapa lama amarahnya kembali datang. Dia
mendatangi Sugriwa di Pancawati dengan amarah yang menggelora. Sugriwa yang
tersinggung dengan tantangan Subali meladeninya. Subali empat kalah, namun
berkat ajian Pancasona, maka dia bisa hidup kembali. Akhirnya Sugriwa kalah dan
terpaksa menyerahkan Dewi Tara kepada kakaknya, raden Subali.
Sepeninggal Dewi
Tara, Sugriwa selalu bersedih. Akhirnya dia nekad untuk menantang kakaknya Subali
demi merebut Dewi Tara kembali. Diapun menyerang Subali di Goa Kiskenda dengan
segenap pasukan keranya. Pertempuran yang hebat pun kembali terjadi antara
Subali dan Sugriwa. Sugriwa akhirnya kalah dan dijepit diantara dua batang
pohon oleh kakaknya di Gunung Reksamuka. Sementara setelah berhasil mengalahkan
Sugriwa, Subali kembali ke Goa Kiskenda. Singkat cerita akhirnya Dewi Tara
hamil. Disaat Dewi Tara hamil itulah Subali kembali pergi bertapa.
Prabu Dasamuka yang
sedang berburu tanpa sengaja bertemu dengan Subali yang sedang bertapa. Melihat
kera sebesar manusia dan bertapa ngalong seperti kelelawar maka heranlah Dasamuka.
Terlontarlah keinginannya untuk menjadikan Subali sebagai bahan pertunjukan di
keratonnya. Prabu Subali yang tersinggung menjadi marah dan menghajar Dasamuka
dengan ajian Pancasonanya. Dasamuka yang kalah pun mengatur siasat agar dapat
menguasai ajian Pancasona dan sekaligus merebut Dewi Tara dari Subali. Subali
pun dirayunya untuk memberikan ajian pancasona kepadanya. Subali akhirnya mau
memberikan Aji Pancasona kepada Dasamuka. Dasamuka yang telah menguasai aji
Pancassona bermaksud kembali menantang Subali, namun dapat dicegah oleh
Wibisana.
Dasamuka yang kini
memiliki ajian Pancasona menyerang Suralaya dengan maksud untuk meminta kembali
Dewi Tari dari para dewa. Pertempuran pun terjadi antara wadya bala Alengka
dengan para dewa. Setelah melalui pertempuran yang sengit akhirnya para dewa
terdesak, dan akhirnya Batara Indra terpaksa menyerahkan Dewi Tari kepada
Dasamuka.
Dengan maksud
untuk mencari cara guna menghentikan keangkaramurkaan Dasamuka, Sang Hyang Jagadnata
dan Batara Narada berkeliling Mayapada. Bertemulah mereka dengan Anjani yang
sedang bertapa kungkum di sungai Madirda. Sang Hyang Jagadnata yang melihat
keteguhan Anjani dalam bertapa pun menjadikan Anjani sebagai permaisurinya dan
membawanya ke Suralaya beserta Saraba, abdinya. Di Suralaya, Dewi Anjani
melahirkan anoman, yang kemudian dididik oleh Batara Bayu. Setelah besar,
Hanoman diberitahukan mengenai asal muasalnya oleh Saraba, abdi ibunya.
Untuk lebih
legkapnya, silahkan download komik ini disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar