Selasa, 24 Desember 2013

Komik Wayang Purwa 03



Untuk bisa membaca komik ini, Anda perlu menginstal program WinDjView terlebih dahulu. Untuk mendapatkan program ini, silahkan download di sini.

Pada episode ini, diceritakan bahwa :

Raden Sugriwa menangis di depan goa Kiskenda karena mengira kakaknya Subali telah tewas dalam pertempuran melawan Lembusura dan Maesasura. Atas saran abdinya, akhirnya Sugriwa mengantarkan Dewi Tara ke Suralaya, dan akhirnya dinikahkan pula dengannya.

Ternyata Subali tidaklah gugur, tetapi darah bercampur orak yang mengalir dari dalam gua adalah milik Lembusura dan Maesasura. Ketika Subali mengetahui bahwa Sugriwa telah menutup pintu goa, marahlah ia, dan lupa pada pesannya sendiri, yaitu jika ada darah bercampur otak mengalir dari dalam gua, maka itu pertanda bahwa dia telah gugur, dan Sugriwa harus menutup pintu gua.

Subali yang marah segera pergi ke Suralaya untuk menuntut haknya atas Dewi Tara. Diperjalanan, Batara Narada mencegahnya dan mengingatkannya pada janjinya sendiri. Sejenak Subali terdiam dan mengalah, namun tak berapa lama amarahnya kembali datang. Dia mendatangi Sugriwa di Pancawati dengan amarah yang menggelora. Sugriwa yang tersinggung dengan tantangan Subali meladeninya. Subali empat kalah, namun berkat ajian Pancasona, maka dia bisa hidup kembali. Akhirnya Sugriwa kalah dan terpaksa menyerahkan Dewi Tara kepada kakaknya, raden Subali.

Sepeninggal Dewi Tara, Sugriwa selalu bersedih. Akhirnya dia nekad untuk menantang kakaknya Subali demi merebut Dewi Tara kembali. Diapun menyerang Subali di Goa Kiskenda dengan segenap pasukan keranya. Pertempuran yang hebat pun kembali terjadi antara Subali dan Sugriwa. Sugriwa akhirnya kalah dan dijepit diantara dua batang pohon oleh kakaknya di Gunung Reksamuka. Sementara setelah berhasil mengalahkan Sugriwa, Subali kembali ke Goa Kiskenda. Singkat cerita akhirnya Dewi Tara hamil. Disaat Dewi Tara hamil itulah Subali kembali pergi bertapa.

Prabu Dasamuka yang sedang berburu tanpa sengaja bertemu dengan Subali yang sedang bertapa. Melihat kera sebesar manusia dan bertapa ngalong seperti kelelawar maka heranlah Dasamuka. Terlontarlah keinginannya untuk menjadikan Subali sebagai bahan pertunjukan di keratonnya. Prabu Subali yang tersinggung menjadi marah dan menghajar Dasamuka dengan ajian Pancasonanya. Dasamuka yang kalah pun mengatur siasat agar dapat menguasai ajian Pancasona dan sekaligus merebut Dewi Tara dari Subali. Subali pun dirayunya untuk memberikan ajian pancasona kepadanya. Subali akhirnya mau memberikan Aji Pancasona kepada Dasamuka. Dasamuka yang telah menguasai aji Pancassona bermaksud kembali menantang Subali, namun dapat dicegah oleh Wibisana.

Dasamuka yang kini memiliki ajian Pancasona menyerang Suralaya dengan maksud untuk meminta kembali Dewi Tari dari para dewa. Pertempuran pun terjadi antara wadya bala Alengka dengan para dewa. Setelah melalui pertempuran yang sengit akhirnya para dewa terdesak, dan akhirnya Batara Indra terpaksa menyerahkan Dewi Tari kepada Dasamuka.

Dengan maksud untuk mencari cara guna menghentikan keangkaramurkaan Dasamuka, Sang Hyang Jagadnata dan Batara Narada berkeliling Mayapada. Bertemulah mereka dengan Anjani yang sedang bertapa kungkum di sungai Madirda. Sang Hyang Jagadnata yang melihat keteguhan Anjani dalam bertapa pun menjadikan Anjani sebagai permaisurinya dan membawanya ke Suralaya beserta Saraba, abdinya. Di Suralaya, Dewi Anjani melahirkan anoman, yang kemudian dididik oleh Batara Bayu. Setelah besar, Hanoman diberitahukan mengenai asal muasalnya oleh Saraba, abdi ibunya.

Untuk lebih legkapnya, silahkan download komik ini disini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar